This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 18 Juni 2026

Surat dari ku

 



Aku menulis ini saat senja perlahan tenggelam,

ketika langit berubah warna

dan malam datang membawa sunyi.

 

Ada banyak hal yang ingin kusampaikan,

namun tak semuanya bisa kuucapkan langsung padamu.

 

Kita tidak berpisah karena cinta yang hilang.

Aku tahu itu.

 

Aku pergi karena keadaan yang tidak memberi kita pilihan,

karena hubungan ini terlarang

dan semakin dipertahankan

hanya akan melukai lebih banyak hati.

 

Percayalah, keputusanku bukan keputusan yang mudah.

Aku bertahan cukup lama,

menimbang rasa dan logika,

antara ingin tetap bersamamu

atau memilih jalan yang paling sedikit melukai siapa pun.

 

Aku memilih pergi

bukan karena aku tak mencintaimu,

melainkan karena aku terlalu mencintaimu

hingga tak sanggup melihatmu hidup

dalam rasa bersalah dan ketakutan.

 

Di setiap senja,

aku sering terdiam,

mengingat bagaimana dulu kita berbagi waktu sederhana—

tanpa janji besar,

tanpa rencana panjang,

hanya rasa yang tumbuh perlahan

dan terasa begitu nyata.

 

Namun malam selalu datang

mengingatkanku pada batas.

Bahwa tidak semua yang terasa indah

boleh dimiliki selamanya.

Bahwa ada cinta

yang harus disimpan dalam diam

agar tidak berubah menjadi dosa

atau penyesalan.

 

Aku masih merindukanmu,

tapi aku belajar merindukan dengan cara yang tenang.

Tidak mencarimu,

tidak mengganggumu,

tidak berharap lebih dari yang seharusnya.

 

Aku menyebut namamu dalam doa,

bukan agar kau kembali padaku,

melainkan agar hidupmu dipenuhi ketenangan.

Agar langkahmu ringan,

hatimu damai,

dan kau dikelilingi kebahagiaan

yang tidak perlu disembunyikan.

 

Jika suatu malam kau merasa sesak tanpa sebab,

percayalah, mungkin di saat yang sama

aku sedang belajar mengikhlaskan

dengan cara yang paling sunyi.

 

Menata perasaan,

menerima kenyataan,

dan berdamai dengan apa yang tidak bisa kumiliki.

 

Aku tidak menyesali pertemuan kita.

Kau pernah menjadi bagian dari hariku,

dari doaku,

dari cerita yang akan selalu kusimpan

tanpa perlu kuceritakan pada siapa pun.

 

Dan jika akhirnya kita berjalan

di arah yang benar-benar berbeda,

aku berharap suatu hari nanti

ketika mengingat satu sama lain,

tidak ada luka yang tersisa—

hanya rasa hangat

seperti senja yang pernah kita nikmati bersama.

 

Terima kasih

karena pernah hadir dengan tulus.

Terima kasih

karena pernah membuatku merasa dicintai,

meski pada akhirnya

aku harus belajar melepaskan.

 

Semoga Tuhan menjaga kita

di jalan masing-masing.

Dalam diam,

dalam jarak,

dan dalam doa yang tak pernah berhenti

kupanjatkan.

Minggu, 14 Juni 2026

Halaman terakhir tentang mu


            Jika ini benar-benar menjadi halaman terakhir dari cerita yang pernah kutulis tentangmu, maka biarlah semuanya berakhir dengan tenang. Tidak perlu ada penjelasan yang panjang, tidak perlu ada siapa yang salah atau siapa yang lebih terluka. Biarkan waktu menyimpan jawabannya sendiri.


Ada banyak hal yang tidak sempat menjadi nyata, banyak harapan yang akhirnya hanya tinggal angan, dan banyak cerita yang harus berhenti di tengah jalan. Namun dari semua itu, satu hal yang tidak pernah berubah adalah betapa berharganya kenangan tentangmu di dalam hidupku. Mungkin setelah ini waktu akan membawa kita semakin jauh.


Hari-hari akan terus berjalan, hidup akan terus berubah, dan perlahan namamu hanya akan menjadi bagian dari masa lalu yang sesekali datang untuk dikenang. Tapi ada beberapa perasaan yang tidak pernah benar-benar hilang.


Jika ini memang akhir dari kisah yang pernah kita miliki, biarkan aku menyimpannya sebagai salah satu bab paling indah yang pernah ditulis oleh hidup. Sebab dari sekian banyak orang yang pernah singgah, kamulah yang paling ingin kuperjuangkan, paling ingin kupertahankan, dan paling sulit untuk kuikhlaskan. Namun jika melepaskanmu adalah cara terakhir untuk mencintaimu, maka biarlah rasa ini tinggal sebagai kenangan yang akan selalu kusimpan dengan baik.


Dan bila suatu hari nanti kita dipertemukan kembali oleh keadaan, aku tidak akan bertanya mengapa semuanya pernah terjadi seperti ini. Aku hanya akan tersenyum, lalu mengingat bahwa pernah ada seseorang yang begitu berarti, hingga kepergiannya mengajarkanku tentang kehilangan dengan cara yang paling sunyi.


Aku tidak menyesali pertemuan kita. Sebab meski akhirnya tidak berjalan seperti yang kuharapkan, kehadiranmu pernah membuat banyak hari yang biasa menjadi istimewa. Pernah menjadi alasan mengapa aku percaya bahwa kebahagiaan bisa hadir dari seseorang yang sederhana.


Mungkin aku tidak akan lagi menjadi bagian dari cerita yang akan kau tulis setelah ini. Namun diam-diam, aku akan tetap mendoakan agar setiap langkahmu menemukan tempat terbaik untuk berlabuh, agar setiap harapanmu menemukan jalan untuk menjadi nyata.


Dan ketika suatu saat nanti aku berhasil menata hati ini sepenuhnya, namamu tidak akan lagi menghadirkan luka. Ia akan tinggal sebagai kenangan yang tenang, seperti senja yang telah usai, namun masih meninggalkan warna indah di langit yang perlahan gelap.


Sebab pada akhirnya, cinta tidak selalu tentang memiliki. Kadang ia hanya tentang menerima bahwa ada seseorang yang begitu kita cintai, tetapi tidak ditakdirkan untuk tinggal. Dan meski demikian, rasa itu tetap layak dikenang sebagai sesuatu yang pernah membuat hidup terasa lebih hidup.


Jika kelak ada yang bertanya siapa orang yang paling sulit kulupakan, mungkin aku tidak akan menyebut namamu. Tapi di dalam hati, aku tahu jawabannya tetap sama. Sebab waktu mungkin mampu menghapus banyak hal, namun tidak dengan jejak yang pernah kau tinggalkan di dalam diriku. Dan dari semua perpisahan yang pernah terjadi, kaulah yang paling lama menetap sebagai cerita.

Selasa, 02 Juni 2026

Pergi tanpa berhenti mencintai

 Suatu hari nanti namaku akan berhenti muncul di ponselmu.

Dan pesan-pesan ku pun pelan-pelan akan menghilang,

tetapi tidak dengan ku.

Karena pada kenyataannya aku ingin terus mencintaimu.

Dan terlepas dari itu aku menyadari,

bahwa terkadang mencintai juga menyakitkan.


Maka dari itu aku pelan-pelan mundur, 

bukan berarti untuk kehilanganmu.

Tetapi untuk berhenti memaksakan tempat di hatimu.

Dan jika kamu nanti sudah menyadarinya,

tolong diingat bahwa kamu dicintai dengan sangat,

tetapi dia harus pergi untuk kebaikannya sendiri.

Kamu tidak akan pernah menjadi kenangan,

kamu adalah perasaan yang tidak pernah ingin saya lupakan


Dan mungkin setelah aku benar-benar pergi, 

dan tak ada lagi notifikasi kecil 

yang diam-diam kamu tunggu atau bahkan kamu abaikan. 

kamu akan menjalani hari-harimu seperti biasa

tertawa, berbagi cerita dengan mereka yang hadir,

dan perlahan tanpa kamu sadari, kamu akan terbiasa dengan ketiadaanku.


Aku tidak akan menyalahkanmu, tidak akan pernah.

karena sejak awal aku sudah mengerti,

bahwa perasaan tidak pernah bisa dipaksa untuk tumbuh.

Dan sebesar apa pun usahaku untuk menetap, 

jika hatimu tidak pernah benar-benar menyediakan ruang, 

maka aku hanya akan menjadi seseorang yang berdiri terlalu lama di ambang pintu yang tidak pernah benar-benar terbuka.


Aku hanyalah seseorang yang pernah begitu keras bertahan, menahan segala rasa yang perlahan menyakitkan, 

meyakinkan diri bahwa mungkin suatu saat kamu akan berbalik dan menyadari keberadaanku.

Sampai akhirnya aku sadar bahwa yang aku tunggu bukanlah kepastian, melainkan harapan yang terus aku ciptakan sendiri tanpa pernah kamu janjikan.


Pergiku bukan karena aku berhenti mencintaimu, 

bukan karena perasaan ini tiba-tiba hilang begitu saja, 

melainkan karena aku mulai mengerti bahwa mencintai tidak seharusnya membuatku kehilangan diriku sendiri.

Bahwa ada batas di mana aku harus memilih untuk menyelamatkan hati yang selama ini aku biarkan terluka hanya demi bertahan di tempat yang tidak pernah benar-benar menjadi milikku.


Dan jika suatu hari nanti kamu menemukan seseorang 

yang mampu membuatmu merasa cukup, 

yang kehadirannya tidak perlu kamu ragukan, 

yang cintanya kamu balas tanpa ragu,

aku harap kamu menjaganya dengan cara yang tidak pernah sempat kamu berikan padaku.

Karena tidak ada yang lebih menyakitkan selain mencintai dengan tulus namun tidak pernah benar-benar dianggap ada.


Sedangkan aku, 

aku akan membawa semua ini pergi bersamaku.

Bukan untuk aku hapus, bukan untuk aku sesali, 

tetapi untuk aku simpan dalam diam 

sebagai bagian dari hidup yang pernah mengajarkanku arti mencintai tanpa harus memiliki, arti bertahan tanpa kepastian, dan arti melepaskan tanpa benar-benar ingin.


Karena pada akhirnya, 

aku tidak pernah benar-benar pergi untuk melupakanmu, 

aku hanya sedang belajar bagaimana melanjutkan hidup 

tanpa harus terus berharap pada sesuatu 

yang sejak awal tidak pernah pasti, 

sambil perlahan menerima bahwa kamu akan tetap tinggal sebagai perasaan yang tidak pernah ingin aku lupakan, 


meskipun aku sudah tidak lagi menjadi bagian dari duniamu.

Rabu, 16 Juli 2025

SEE YOU

SEE YOU


Sepertinya ini adalah waktu yang tepat untuk ikhlas melepaskan.
Saat cemburu dijadikan pertengkaran.
saat khawatir dibuat perdebatan.ini lah saat nya.
Insya Allah ikhlas melepas walau berat

Mohon maaf sedalam2nya
Masih ada luka yang belum disembuhkan namun kembali dibuat luka.
Hanya kekecewaan yang ada.
Mungkin aku tidak bisa sabar dalam bersikap dengan mu
.tapi sekali lagi aku hanya manusia
Yang punya batas sabar jika selalu dikecewakan

Mungkin ini mau kamu.biar bebas
Tidak akan ada lagi yang ngekang kamu.ngelarang kamu.
Mengemis waktu dan kabar kamu.
Sudah tidak akan ada lagi.
Kamu bebas seperti mau kamu.

Sekali lagi aku minta maaf yang sebesar2nya
Aku menyerah.bukan karena aku ga sayang.
bukan karena aku ga cinta.
Aku hanya ingin melihatmu bahagia

Terima kasih atas semua kebaikan kamu.
Jaga diri kamu baik2
Jaga kesehatan

 

Senin, 12 Mei 2025

Kukira Aku satu-satunya ternyata salah satunya

Untukmu...

Tentang kisah kita

Rasa dan rindu ini takkan bisa berhenti

Tetap melekat mengukir harap 


Entahlah...

Mencintaimu bagiku sakit

Tapi melupakanmu pun sulit

Membuatku semakin merindumu.


Berfikir.....

Terus berfikir,

Entah akan berakhir seperti apa

Kisah ini...dan berakhir di mana? 

KEPERCAYAAN

 Saat Seseorang di Bohongi, 

Di sakiti dan dikecewakan oleh orang yang sangat di cintai

Mereka akan merasa trauma dengan semua hal, 

bukan hanya sakit hati, 

namun juga akan kehilangan kepercayaan 


mereka akan membawa rasa sakit mereka diam-diam, 

menjaga martabat mereka tetap utuh.

Mereka akan terus bersikap baik karena itulah mereka, 

tetapi sesuatu akan berubah. 

Perlahan-lahan, tanpa konfrontasi atau gembar-gembur, 

mereka akan menciptakan jarak.

Kepercayaan itu rapuh, dan ketika rusak, 

hampir tidak mungkin untuk dipulihkan. 

Kamu mungkin tidak menyadari bahwa kamu telah kehilangan mereka sampai kehangatan mereka terasa seperti kenangan, 

kehadiran mereka menjadi bayangan, 

dan hati mereka tidak lagi terbuka untukmu.


Hargai mereka yang berhati baik. 

Mereka sangat mencintai, sering memaafkan, 

dan membawa cahaya ke dalam kehidupan orang lain. 

Tetapi hati yang paling baik pun tahu kapan saatnya untuk pergi.

Jangan anggap remeh cinta dan kepercayaan mereka. 

Sekali kehilangan, 

itu adalah kehilangan yang tidak dapat diperbaiki oleh permintaan maaf.

Jumat, 25 April 2025

SALAH

 Aku sadar bahwa memilih meninggalkanmu kemarin 

Adalah keputusan yang sangat berat yang kuambil 

Dengan banyak pertimbangan. 


Bukan karena rasa cintaku telah habis, 

Tapi karena aku juga ingin dicintai olehmu seperti aku mencintaimu. 

Dengan berat hati, 

Aku ingin menyampaikan bahwa 

Apa yang telah aku berikan untukmu 

Dengan segala macam bentuk effort dan perhatianku kepadamu, 

Aku tidak mendapatkan itu semua dari kamu.



Bukan karena aku tidak ikhlas, 

Aku sangat ikhlas memberikan apapun yang bisa kuberikan untukmu, 

Sehingga kamu bisa merasa lebih baik, 

Merasa lebih bahagia, 

Apalagi ketika senyuman kebahagiaan itu terpancar jelas di hadapanku. 

Aku benar-benar merasa jadi orang yang beruntung 

yang menjadi sebab bahagianya kamu. 


Tapi apa aku salah 

Jika aku juga ingin diperlakukan sama seperti aku memperlakukanmu dalam mencintaimu?